Skip to main content

Posts

Showing posts with the label HAPKA XVII

PLONCO YANG KERAS TAPI BERKESAN

Plonco yang Keras Tapi Berkesan Oleh :  Robi Deslia Waldi Plonco mahasiswa baru sudah ada sejak sebelum IPB berdiri. Fahutan meneruskannya untuk mengeratkan kekompakan dan kekeluargaan. DI usianya yang ke-73, Suwarno Sutarahardja masih bisa mengingat dengan jelas Masa Prabhakti Mahasiwa atau Mapram ketika ia masuk Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada 1965. Tanpa jeda dan fasih, ia menceritakan masa penggojlokan menjadi mahasiswa itu kepada  Forest Digest  bulan lalu. Kejadian yang paling ia ingat adalah ketika pada hari ketiga, dari dua pekan masa orientasi, setelah apel siang para Rakawira (mahasiswa senior angkatan 1 dan 2 yang menjadi panitia) membolehkan semua peserta Mapram pulang ke rumah. Tentu saja para Prama dan Prami itu girang alang kepalang. Gojlokan para senior amat melelahkan. Izin pulang adalah kesempatan istirahat. Rakawira berpesan agar saat apel malam semua mahasiswa baru itu membawa celana renang, serbet, dan cacing tanah. Pa...

Asal Usul Slogan ASIK Fakultas Kehutanan IPB

Oleh : Robi Deslia Waldi Mahasiswa Departemen Manajemen Hutan IPB 2014 Slogan ASIK yang menjadi jargon mahasiswa Fahutan mulai dikenalkan pada awal 1980. Muncul secara spontan.  WAKTU itu September 1980. Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor sedang menggojlok mahasiswa baru angkatan 16. Ketika acara pembekalan di lapangan di depan Ruang Sidang Sylva, tiba-tiba Iman Tawakal loncat ke depan barisan lalu berteriak, "Fahutan, ASIK." Iman adalah panitia masa orientasi mahasiswa (OSMA) dari angkatan 15. Dalam semua acara orientasi itu, Iman selalu meminta para mahasiswa baru menjawab “Asik” tiap kali ia berteriak “Fahutan”. Ia bertanya apakah ada yang tahu arti slogan Fahutan ASIK itu. Tak ada mahasiswa baru yang berani menjawab pertanyaan itu. Hingga setahun kemudian, tak ada yang tahu akronim dan maksudnya. Slogan ASIK masih merujuk pada "asyik". "Saat orientasi angkatan 16 memang masih jadi ekspresi emosional saja bahwa Fahutan itu...