Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

PENAFSIRAN POTRET UDARA

Interpretasi visual merupakan suatu kegiatan dalam rangka mendeteksi dan mengidentifikasi obyek-obyek yang terdapat pada potret udara atau citra lainnya melalui unsur-unsur spasial dan spektral utama dari obyek yang bersangkutan. Di bidang kehutanan, kadang-kadang juga mengguna-kan unsur kondisi temporal. Menurut American Society of Photogrametry (1966) dalam Paine (1981) Interpretasi didefinisikan sebagai kegiatan memeriksa potret atau citra guna mengidentifikasi obyek dan menguji signifikasinya. Penafsiran gambar yang terekam pada potret udara merupakan suatu seni yang memerlukan ketrampilan. Pada potret udara vertikal, obyek-obyek yang disajikan hanya penampang melintang bagian atas dari obyek-obyek bersangkutan. Dengan demikian penafsiran gambar/obyek pada potret udara vertikal lebih sukar dilakukan dibandingkan dengan potret udara miring. Untuk memudahkan penafsiran obyek ataupun bentuk-bentuk penggunaan lahan, sangatlah penting jika diketahui terlebih dahulu tentang teknik

INTERPOLASI DALAM PEMBUATAN PETA FUNGSI KAWASAN HUTAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Interpolasi adalah metode untuk mendapatkan data berdasarkan beberapa data yang telah diketahui . Dalam pemetaan, interpolasi adalah proses estimasi nilai pada wilayah yang tidak disampel atau diukur, sehingga terbuatlah peta atau sebaran nilai pada seluruh wilayah . Interpolasi spasial mengasumsikan bahwa atribut data bersifat kontinu di dalam ruang (space) dan atribut ini saling berhubungan ( dependence ) secara spasial (Christanto   2005). Kedua asumsi tersebut mengindikasikan bahwa pendugaan atribut data dapat dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi di sekitarnya dan nilai pada titik-titik yang berdekatan akan lebih mirip dari pada nilai pada titik-titik yang terpisah lebih jauh. Logika dalam interpolasi spasial adalah bahwa nilai titik observasi yang berdekatan akan memiliki nilai yang sama (mendekati) dibandingkan dengan nilai di titik yang lebih jauh (Christanto 2005). Pendekatan interpolasi dibutuhkan untuk mengeneralisasi data spasial dari pengumpulan data sampling dimana da

ANALISIS PERMUKAAN SISTEM DALAM INFORMASI GEOGRAFIS

D ata raster adalah data yang berupa pixel dan tersusun dalam baris dan kolom, menyimpan informasi spasial dalam sebuah grid atau matrik. Tiap pixel mempunyai nilai, dan nilai ini dapat merepresentasikan sesuatu, seperti ketinggian (dalam DEM, digital elevation model), jenis tanah, penggunaan lahan, kemiringan dalam suatu nilai greyscale (dalam sebuah citra/image). Data raster biasanya digunakan untuk menyimpan informasi mengenai feature geografis yang kontinyu pada suatu permukaan, seperti ketinggian, nilai reflektan, kedalaman air tanah, dan lain-lain. Data raster mempunyai resolusi beragam dan ukuran sel dalam suatu grid adalah tetap, sehingga jika kita lakukan zoom pada data raster maka akan terlihat bentuk dari jajaran sel tersebut (Hartanto 2006). Digital elevation model (DEM) adalah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik-titik koordianat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang d

ANALISIS SPASIAL DALAM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Analisis Tool merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakuan analisis peta atau citra dalam ArcGIS yang terdiri dari Extract , Overlay , Proximity ,   Statistic . Extract teknik   mengambil subset sel dengan atribut   atau lokasi spasial . Beberapa alat/ tool dalam analisis Extract yaitu Clip , Select, Split dan Table Select . Clip adalah proses mengextrak/suatu feature dengan feature yang dijadikan batasan wilayah clip. Clip adalah memotong suatu features atau shapefile dengan features lainnya. Clip juga bisa untuk memotong data raster. Untuk data vektor, feature yang digunakan dalam clip adalah polygon. Selanjutnya feature polygon akan memotong polyline dan point. Data attribut yang dihasilkan dari clip akan sama dengan data yang asli. Koordinat sistem juga akan mengikuti data yang sebelumnya.  Select m erupakan proses pemilihan suatu feature dengan mengunakan SQL berupa expression yang ditentukan.  Split a dalah   proses memisahkan satu layers menjadi bebera