Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kebenaran Islam

PENGHASILAN PEGAWAI BANK, RIBA?

Ada beberapa pertimbangan yang perlu Anda diperhatikan untuk menerima calon suami ataupun calon istri yang berstatus sebagai pegawai bank. PERTAMA, PEGAWAI BANK ADALAH PEMAKAN RIBA Bisa dikatakan 99% pengahasilan bank adalah riba. Dengan toleransi 1% sebagai asumsi penghasilan dari biaya administrasi nasabah. Sehingga Anda bisa memastikan, gaji yang diterima pegawai bank, sejatinya adalah uang riba. Dengan demikian, seorang pagwai bank bisa dipastikan semua harta yang dia miliki adalah harta riba. Dia makan minum dari riba, dia kenyang dengan riba, tidur nyenyak karena riba, dia berpakaian dengan riba, dan dia hidup dengan bergumul riba. Dan tidak lupa ada toleransi 1% yang bukan riba. Bisa Anda bayangkan, akumulasi dosa riba yang dia kantongi. Tidakkah dia sadar, Allah menantang perang dengan pemakan riba, sebagaimana firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba, jika kalian beriman. Jika kalian tidak melaksanakannya maka umumkanlah un...

Buraq Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Buraq Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW-->tidak ada referensi bahwa Buraq berkepala wanita cantik. (Oleh: DR. H. Zulkarnain, MA) Apa yang dikatakan orang barat tentang Buraq : "dalam waktu yang lama Buraq dipaparkan sebagai sesuatu yang mewakili seekor kuda betina dengan kepala seorang perempuan dan dengan ekor burung merak" --T. W. Arnold-- Nomenklatur Buraq sangat erat dengan sebuah kisah besar yang monumental di dalam sejarah Islam, yaitu kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke 11 kenabian (Sejarah Ringkas Nabi Muhammad SAW, dalam Kementerian Agama, Al-Quran dan Terjemahannya, hlm. 63, dan K.H. Munawar Chalil dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, jilid I, hlm. 444) Secara lughawiyyah atau kebahasaan, Buraq berasal dari fi’il madhi (kata kerja masa lampau) baraqa, fi’il mudhari’nya (kata kerja sedang atau akan) yabruqu dan mashdarnya (akar katanya) barqan – buruqan dan bariqan yang artinya kilat. ...

Kisah Waliyullah Aceh, Abu Ibrahim Woyla

Almarhum (Waliyullah) Aceh, Abu Ibrahim Woyla "Keajaiban-keajaiban yang melekat pada sosook Abu Ibrahim Woyla, yang oleh sebagian ulama di Aceh menilai bahwa Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama yang sudah mencapai tingkat Waliyullah (Wali Allah)" Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama pengembara. Ulama ini dalam masyarakat Aceh lebih dikenal dengan Abu Ibrahim Karamah (Keramat). Belum pernah terjadi dalam sejarah di Woyla (Aceh Barat) bila seseorang meninggal ribuan orang datang melayat (takziah) kecuali pada waktu wafatnya Abu Ibrahim Woyla. Selama hampir 30 hari meninggalnya Abu Ibrahim Woyla masyarakat Aceh berduyun-duyun datang melayat ke kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat sebagai tempat peristirahatan terakhir Abu Ibrahim Woyla.  Selama 30 hari itu ribuan orang setiap hari tak kunjung henti datang menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Abu Ibrahim Woyla, sehingga pihak keluarga menyediakan 400 kotak air aqua gelas da...

Sepak Terjang Abu Krueng Kalee: “Aceh Nyaris Berdiri Sendiri!”

Abu Krueng Kalee “ Abu Krueng Kalee nyaris membuat Aceh menjadi sebuah negara yang berdiri sendiri. Namun semuanya buyar setelah usulan itu tak diterima Daud Beureueh yang pada akhirnya ia sendiri tertipu janji palsu Soekarno... ” Oleh Aulia Fitri (*        Sapaan akrab Abu Krueng Kalee jika bertandang ke Gampong Siem, Aceh Besar, mungkin tak asing lagi bagi masyarakat di sana. Tgk H Muhammad Hasan Krueng Kalee itulah nama aslinya yang kini telah bersemat megah di sebuah pondok pesantren: Darul Ihsan Tgk Hasan Krueng Kalee. Pesantren itu juga dikenal dengan sebutan “ Dayah Manyang ”. Abu Krueng Kalee merupakan salah satu ulama kharismatik Aceh. Ia lahir pada 13 Rajab 1304 H/18 April 1886 M di Gampong Langgoe Meunasah Keutumbu, Mukim Sangeue, Kabupaten Pidie. Abu, begitu ia disapa, selain piawai dalam mengajarkan ilmu agama dan pendidikan, juga menjadi sosok ulama yang begitu peduli dengan keadaan politik dan sosial Aceh pad...

Pengertian Dasar Hukum dan Hukum Jual Beli

Jual beli secara etimologis, berarti menukar harta dengan harta. Sedangkan menurut terminologi jual beli adalah persetujuan saling mengikat antara penjual (yakni pihak yang menyerahkan/menjual barang) dan pembeli (sebagai pihak yang membayar/membeli barang yang di jual). Jual beli sebagai sarana tolong menolong sesama manusia,di dalam islam mempunyai dasar hukum dari Al-Quran dan hadist . Allah telah berfirman dalam Al-Quran yang artinya, Sumber google .com “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah 2:275). Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad saw juga bersabda, “ Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki  “ (H.R.Ahmad).             Hukum jual beli adalah mubah (boleh). Namun pada situasi tertentu, hukum jual beli itu bisa menjadi sunnah,wajib,haram,dan makruh.Berikut adalah contoh bagaimana hukum jual beli bisa berubah menjadi su...

Tolak Shalat dan Naik Haji, MPU Pidie Deteksi Aliran Sesat Baru

Sigli - Penyebaran ajaran sesat merupakan masalah baru masyarakat Aceh dalam beberapa tahun ini. Kendati intervensi para ulama sudah dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasive, saat ini diperkirakan dua ajaran sesat baru sedang menyasar warga Pidie. Demikian hal itu diutarakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Tgk Nasir Ismail dalam khutbah Jum'atnya di Mesjid Raya Labui, Pidie Jum'at (1/2/2013). "Untuk mengantisipasi hal terburuk yang bisa menimpa orang terdekat kita, masyarakat diminta untuk mempelajari islam secara mendalam dan menghadiri majelis pengajian yang dilaksanakan pada hari tertentu di setiap mesjid”, katanya. Katanya lagi, dua aliran sesat baru sudah terdeteksi oleh pihaknya. Hanya saja, pihaknya tidak bisa gegabah dalam menyikapi golongan tersebut. Dibutuhkan investigasi lebih lanjut sebelum ditindak secara tegas. "Dua aliran sesat itu yang pertama menafikan shalat di siang hari seperti Shalat Shubuh,...

WAKIL WALIKOTA ILLIZA SA'ADUDDIN DJAMAL LANTIK TIM AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR (TAMAR)

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengukuhkan Tim Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (TAMAR) Gampong Peunayong dalam rangka menjadikan Banda Aceh menuju Kota Madani. Pengukuhan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB di depan kantor Keuchik Peunayong, Banda Aceh (26/01/2013). Setelah pengukuhan TAMAR, Ill iza didampingi Sekda Kota Banda Aceh Drs T Saifuddin TA , Ketua Tim Amar Ma’ruf kota Banda Aceh Ridwan Ibrahim SAg, MPd dan Keuchik Peunayong Sarifuddin meninjau sejumlah lokasi pertokoan yang diduga melanggar syariat. Salah satu usaha yang dimasuki oleh rombongan TAMAR Peunayong adalah tempat Biliar di kawasan Jalan Kartini. Dalam kesempatan tersebut Walikota mengingatkan pemilik usaha dan nantinya akan dilayangkan surat pemanggilan oleh Pemko Banda Aceh karena diduga usaha biliar tersebut sudah keluar dari koridor Syariat. Selain beberapa usaha biliar yang dimasuki oleh Wakil Walikota Banda Aceh, bebarapa anak punk sempat dijumpai saat pertama ...