Skip to main content

TAHAPAN DALAM KEGIATAN PENANAMAN POHON

Kegiatan penanaman merupakan kegiatan inti dari budidaya hutan yang mencakup areal yang luas, memerlukan biaya yang besar sehingga diperlukan ketrampilan yang cukup. Tujuan Penanaman yaitu ( 1) Untuk penanaman rutin, penanaman pengayaan, reboisasi atau penghijauan serta untuk tujuan konservasi serta Rehabilitasi lahan bekas tambang. (2)  Mendapatkan tegakan yang sehat serta memiliki persediaan tanaman yang cukup dimasa yang akan datang. Tanaman yang sehat dapat dihasilkan dari bibit yang sehat pula. Maka setiap unit penanaman dianjurkan untuk memilih bibit yang siap ditanam di lapangan. Selain itu, cara penanaman bibit yang benar perlu diperhatikan karena cara penanaman sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit di lapangan (Efrimarta, 2003). Kegiatan penanaman meliputi:

1.      Pemilihan Jenis
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis pohon:
a)      Tujuan dari penanamannya,
b)      Kecocokan jenis dengan tempat tumbuhnya,
c)      Ketersediaan bibit yang akan ditanam,
d)     Teknik budidayanya telah dikuasai dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi setelah dipanen.
Kesesuaian jenis dengan tempat tumbuhnya memungkinkan Pohon akan tumbuh secara optimal, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, baik berkenaan dengan nila ekonomi, perlindungan dan konservasi tanah maupun pengaturan tata air ( Ruslan, 1992).

Jenis tanaman yang dimaksud harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a)      Pohon yang akan ditanam, dapat menjamin ketersediaan bahan baku kayu yang diperlukan oleh industri perkayuan yang didukungnya.
b)      Persyaratan tempat tumbuhnya sesuai dengan kondisi tempat tumbuh pada lahan yang disediakan, yang perlu dipastikan terutama apabila jenis tanaman yang dimaksud bukan merupakan jenis tanaman setempat melainkan jenis tanaman dari luar.
c)      Teknik budidayanya cukup diketahui dan dapat dengan mudah dikuasai untuk melaksanakan pembudidayaannya.
d)     Bibit atau bahan tanamannya mudah disediakan.
e)      Pohon dapat cepat tumbuh dan atau tinggi volume dan nilai kayunya.

2.      Persiapan lapangan
Perencanaan lapangan bertujuan untuk menentukan areal yang akan ditanami, pembuatan batas-batas areal tanaman. Kegiatan pembersihan lapangan meliputi pembersihan semak, perdu dan pohon-pohon sisa. Pada saat kegiatan pembersihan lahan dilakukan, bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat anggelan maupun ajir dapat dikumpulkan. Pada daerah yang miring sisa-sisa tonggak dibiarkan untuk menguatkan struktur tanah dan untuk mengendalikan erosi.

Faktor yang mempengaruhi penentuan jarak tanam:
a)      Tingkat kesuburan tanah
Pada tanah yang subur, jarak tanam biasanya lebih besar jika di bandingkan pada tanah yang kurang subur.
b)      Tenis tanaman
Jenis tanaman yang berktajuk lebar di tanam dengan jarak yang lebih besar di bandingkan dengan bertajuk kecil
c)      Tingkat kemiringan lahan.
Sedangkan pada tanah dengan topografi berbukit miring, biasanya jarak tanaman lebih besar karena harus mengikuti arah garis kontour.

Jarak tanam di lapangan pada awal penanaman diwujudkan dalam bentuk pemancangan ajir. Ajir yang dipasang merupakan tempat bahan tanaman yang akan ditanam. Pada umumnya jarak tanam yang dipakai adalah 3 x 3 m, 3 x 5 m atau 4 x 5 m. Jarak tanam ini dibuat dalam larikan yang teratur mengikuti ketinggian tempat.

3.      Pembuatan dan pemasangan ajir
Ajir dibuat dari kayu atau dari bambu yang tersedia di sekitar lokasi atau dari hasil pembersihan lahan Ajir berbentuk tongkat kayu dengan diameter sebesar ibu jari dan dengan panjang 60 – 150 cm . Besar dan panjang ajir ini disesuaikan dengan besar dan tinggi bibit yang akan ditanam. Ajir ditancapkan sebelum penanaman, satu batang untuk setiap lobang tanaman. Ajir berfungsi sebagai tanda tempat menggali lobang tanaman, keberadaan tanaman jika sudah ditanam dan dapat juga sekaligus dimmanfaatkan sebagai penunjang tanaman pada saat baru ditanam. Pemasangan ajir dilakukan mengikuti arah larikan tanaman dan mengikuti jarak tanaman. Arah larikan dimaksudkan untuk menentukan jalur tanaman yang harus dibersihkan. Dapat dibuat arah Utara – Selatan atau Barat – Timur. Namun untuk lahan dengan topografi agak curam, arah larikan dibuat sejajar kontur.

4.      Pembuatan lubang tanam
Pembuatan lubang tanam dilakukan dekat ajir, dengan ukuran lubang 30 x 30 x 30 Cm. Karena bibit mengunakan polybag, maka sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas dengan cara dirobek yang medianya terlebih dahulu dipadatkan dengan cara memeras atau menekan polybag tersebut. Bibit diletakan di tengah lubang secara vertikal, terus ditimbun hati – hati dengan tanah sekitar sampai batas leher. Dalam menimbun upayakan topsoil dimasukkan ke lubang terlebih dahulu. Kemudian tanah sekitar bibit dipadatkan dengan jalan ditekan secara hati – hati sampai terjadi kontak antara perakaran dengan tanah.

5.      Pengangkutan bibit
Pengangkutan bibit dilakukan secara hati – hati agar tidak mengalami kerusakan
selama dalam perjalanan. Bibit yang telah diseleksi dimasukkan ke dalam peti atau keranjang dengan disusun rapat sehingga tidak bergerak jika dibawa atau ditumpuk. Bibit yang dibawa ke lapangan adalah bibit yang sehat dan segar, dan dihindarkan dari panas matahari serta disimpan di tempat teduh dan terlindung.

6.      Penanaman

Related image
Kegiatan Penananaman Pohon Oleh Alumni Fahutan IPB . Sumber : Google. com
Penentuan Sistem Penanaman :
1. Penanaman dengan pola monokultur
Penanaman satu jenis tanaman. Kelemahan monokultur yakni memberi peluang beradanya hama dan penyakit yang tidak pernah putus dan juga terjadinya ledakan hama karena persediaan makan tercukupi.

2. Penanaman tumpang sari
a)      Penanaman tanaman pokok dan diantara tanaman pokok juga ditanam satu jenis tanaman lain.
b)      Tanaman sela di tanam saat penanam tanaman pokok.
c)      Umur tanaman sela harus lebih pendek dari tanaman pokok

7.      Pemeriksaan pekerjaan dan evaluasi penanaman.
Evaluasi kegiatan penanaman dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan penanaman dan untuk menentukan kegiatan penyulaman. Keberhasilan tanaman di lapangan biasanya dilihat dari persentase kematian/hidup tanaman. Oleh karena itu, perlu adanya penyulaman, yaitu kegiatan penanaman kembali untuk mengganti tanaman pokok yang rusak atau mati sehingga jumlah tanaman per hektar yang tumbuh sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
a)      Jika persen jadi tanaman mencapai 100% pada areal tersebut tidak perlu ada sulaman.
b)      Pada 80% - 100% perlu ada sulaman ringan.
c)      Antara 60% - 80% dilakukan sulaman intensif.

d)     Di bawah 60% perlu dilakukan penanaman ulang.

Comments

Popular posts from this blog

SOAL ESSAY BIOLOGI TENTANG SEL

SOAL ESSAY BIOLOGI 1. Jelaskan definisi sel menurut anda! Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme. Beberapa organisme, misalnya bakteri, merupakan uniseluler, yaitu terdiri dari hanya satu sel saja. Beragam organisme lainnya, misalnya manusia, adalah multiseluler (manusia diperkirakan memiliki 100.000 miliar sel dalam tubuhnya). Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel. Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya. Seluruh fungsi vital bagi organisme terjadi di dalam sel dan sel-sel tersebut mengandung informasi genetik yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel dan memindahkan informasi kepada sel-sel generasi berikutnya. Kata “sel” berasal dari kata dalam bahasa Latin cella , yang artinya adalah ruang kecil. Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil. Set

SOAL-SOAL ESSAY BIOLOGI TENTANG SISTEM PENCERNAAN

1.   Jelaskan perbedaan antara pencernaan mekanis dengan pencernaan kimiawi? Kalau secara mekanis dilakukan oleh gigi-gigi di dalam mulut sedangkan secara kimiawi    dilakukan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh saluran pencernaan. 2. Apakah manfaat dari makanan berserat dan apa yang terjadi jika kekurangan serat? Makanan berserat dapat mencegah kegemukan dan meningkatnya kolesterol darah, menyerap racun di usus, memudahkan buang air besar dan juga member rasa kenyang. Kekurangan serat dapat menimbulkan sembelit dan kanker usus . 3. Apakah fungsi dari Enzim Ptialin sebutkan contohnya? Enzim ptialin berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yaitu maltose dan glukosa. Contohnya jika kalian membiarkan nasi di dalam mulut yang mula-mula terasa tawar, beberapa saat kemudian akan terasa manis. 4. Sebutkan beberapa gangguan dan kelainan pada system pencernaan makanan?       Diare atau mencret adalah gangguan penyerapan air di usus besar sehingga a

PERBEDAAN ANTARA CURAHAN TENAGA KERJA DAN HARI ORANG KERJA (HOK)

Curahan tenaga kerja adalah besarnya tenaga kerja efektif yang dipakai. Ukuran tenaga kerja dapat dinyatakan dalam hari orang kerja (HOK). Satuan ukuran yang dipergunakan untuk menghitung besarnya tenaga kerja adalah satu HOK atau sama dengan satu hari kerja pria (HKP), yaitu jumlah kerja yang dicurahkan untuk seluruh proses pruduksi yang diukur dengan ukuran kerja pria. Untuk meyetarakan, dilakukan konversi berdasarkan upah di daerah penelitian. Hasil konversinya adalah satu hari pria dinilai sebagai satu hari kerja pria (HKP) dengan delapan jam kerja efektif per hari. (Rahim dan Dian, 2008) Universitas Sumatera Utara Satuan yang sering dipakai dalam perhitungan kebutuhan tenaga keraj adalah HKO (hari kerja orang) dan JKO (jam kerja orang). Pemakaian HKO ada kelemahanya karena masing-masing daerah berlainan (1 HKO di daerah B belum tentu sama dengan 1 HKO di daerah A) bila dihitung jam kerjanya. Sering kali dijumpai upah borongan yang sulit dihitung, baik HKO maupun JKO-nya (Surati